Ketika Rasa Menjadi Kata :) !
Berapa kali kamu dikecewakan oleh putaran waktu? Sesering apa kamu
mengerti betul tentang beratnya melepaskan? Tentang perjuangan
merelakan? Memiliki yang justru akhirnya berusaha melepaskan diri,
berharap pada yang mengharapkan orang lain, memberikan bahagia kepada
yang telah membuatmu berairmata, mematikan segala mimpi pada yang
menaburkan benih-benih ekspektasi, menggugurkan ingatan tentang
seseorang yang tak bisa kau lupakan, berjarak dengan dia yang kau
cinta, dijadikan yang terakhir oleh yang selalu kau prioritaskan
bahagianya, menjadi kuat disaat seisi dunia berusaha melemahkanmu,
disodori segitiga yang membentukmu dia dan yang dicintainya.
Sakitkah?
Sudah berapa lama kamu bertahan karena masih meyakinkan kepalamu bahwa
harapan sedang diproduksi? Sudah berapa lama kamu menunggu dia yang
sedikitpun tak pernah tahu isi hatimu? Sudah sesering apa hanya bisa
melihat punggungnya pergi dan kamu hanya bisa gigit jari? Sudah
sebanyak apa perban di hatimu yang kau sembunyikan? Bukankah hanya kamu
yang paling tahu, bukankah selama ini menyimpannya takkan menghasilkan
apa-apa selain sakit yang belaksa-laksa? Lalu untuk apa masih
memperjuangkan yang sedikitpun tak pernah tahu keberadaanmu, tak pernah
menginginkanmu? Memang benar tidak ada yang mustahil, memang benar
kamu harus mencoba segala sesuatunya. Tapi bukan dengan mempertaruhkan
hatimu kan? Selain menerima realita, mungkin kamu perlu membuka mata.
Kadang
kamu harus pergi beberapa meter dari arena lukamu untuk tahu siapa
yang perlu diperjuangkan dan yang perlu dilepaskan. Kadang kamu harus
mencicipi sakit yang bertubi-tubi, tapi jangan hal-hal itu membuatmu
lemah sedikitpun. Jangan membuat luka itu nyaman untuk beredar. Jangan
menunda agar mereka bebas menyakitimu lebih lagi. Bukan salahmu, bukan
salahnya, bukan salah siapa-siapa. Aku juga pernah begitu. Tapi setelah
menyadari bahwa luka tak dapat diundang seijin diri kita sendiri, aku
cepat-cepat mengusirnya pergi sejauh mungkin, sekeras mungkin yang aku
bisa. Suatu hari, kamu akan menyadari bahwa ada orang lain yang bisa
membahagiakanmu tanpa harus menciptakan luka di hatimu. Suatu hari,
kamu akan menertawai seluruh rangkai airmata ini. Karena suatu hari
nanti kamu akan mendewasa, kamu akan bisa melihat segala sesuatunya
lebih jelas.
Tenang... Segala sesuatunya akan baik-baik
saja. Segala sesuatunya sedang dikendalikan Tuhan, jika kamu
mengijinkan Dia membantumu. Hari-hari berat, malam-malam yang penuh
dengan tangis, hati yang pelan-pelan meretak, waktu yang semakin keras
berdetak, pasti akan mengajarimu sesuatu. Dan kamu akan menyadarinya
suatu hari nanti.
Percayalah, karena aku pernah merasakannya. Dan aku tidak pernah menyesal pernah merasakannya :)
.jpg)
